
Dusun Darungan dusun yang letak geografis berada di barat berbatasan dengan Desa Wonokerto dan Desa Kenongo Kecamatan Gucialit dengan air bersih yang tercukupi dari program pipanisasi WISLIC yang berasal dari sumber mata air Desa Bedayu Talang . Dusun Darungan di tunjuk oleh pemerintah desa sebagai dusun yang layak mengikuti lomba kampung resik yang di selenggarakan oleh Kecamatan Padang sebagai agenda tahunan dalam rangka menggerakkan kebersihan lingkungan se Kecamatan Padang . Pentingnya kebersihan lingkungan mendorong masyarakat secara sukarela membersihkan halaman di sekitar rumah,di pinggir jalan, selokan air serta di area sekitar jembatan.
Bertajuk Kampung Resik yang di laksanakan lomba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79,Dusun Darungan berpartisipasi mengikuti lomba ini mewakili Desa Kedawung, dengan dukungan Pemerintah Desa dan semua pihak mulai dari giatnya Bapak RT dan RW,ibu kader Gerbang Mas Putra Bangsa dan juga masyarakat yang di koordinir langsung oleh kepala dusun.Siang tadi tanggal 26 Juli 2024 pukul 09.00 WIB sampai selesai telah di nilai oleh Tim Penilai Kecamatan Padang, yang terdiri dari Forkopinca,Ibu Penggerak PKK, serta lintas sektor lainnya dari Kecamatan Padang.
Di hadiri pula sebagai pendamping Ibu Kepala Desa Kedawung, BABINKAMTIBMAS,Kasi Pemerintahan serta dari Pustu Desa Kedawung.Tim penilaian berjalan mengelilingi daerah yang di lombakan, sekitar 1 Jam mengelilingi para penilai kumpul di rumah Kepala Dusun Darungan Bapak Sutiyo . Ibu Kepala Desa berpesan agar kampung ini tetap bersih, sambil bercanda beliau berkata jangan kalau ada acara lomba atau kalau akan memperingati HUT Kemerdekaan saja dan berterima kasih kepada penyelenggara telah bersusah payah mengadakan lomba Kampung Resik, juga berharap agar momen tahunan ini tetap di adakan.
Kasi Pemerintahan Bapak Shohibul Baet yang setia mendampingi kegiatan Kampung Resik , mulai satu minggu sebelumnya mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya kampung yang Aman , Sehat,Bersih,indah dan Nyaman.Aman menurut beliau bukan aman dari pencurian seperti pencurian sapi, kambing, motor dan barang berharga di rumah, akan tetapi pengertian Aman di sini adalah aman dari wabah penyakit, virus dan penyakit hewan yang bisa menularkan.
Setelah selesai penilaian para tim di jamu makan siang, sambil berbincang-bincang ,Tim Penilai merasa senang dengan sambutan warga yang ramah tamah dan tidak acuh tak acuh terhadap para penilai.Bapak Sutiyo juga berterima kasih terhadap Tim Penilai yang tepat waktu kedatangannya ,dan berharap lomba ini di lestarikan dan ditingkatkan 6 bulan sekali,agar lingkungan tetap bersih dan hasil dari penilaian, pasrah kepada Tim Penilai yang sudah mumpuni dalam melakukan tugasnya.
Para mahasiswa KKN yang terdiri dari mahasiswa Universitas Negeri Jember dan Universitas Islam Negeri Kyai Ahmad Siddiq Jember juga menyaksikan dan mengikuti proses penilaian dan juga ikut serta menyiapkan jamuan makan siang.