
Sebanyak 30 peternak sapi dan kambing dari Desa Barat mengikuti kegiatan penyuluhan pembuatan silase sebagai alternatif pakan ternak yang diselenggarakan di Balai Desa Barat. Kegiatan ini diprakarsai oleh para mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR) Surabaya, yang sedang menjalankan program pengabdian masyarakat.
Penyuluhan tersebut berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025 dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukatif sekaligus pelayanan kesehatan hewan yang telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya. Sebelum penyuluhan dilaksanakan, para mahasiswa FKH UNAIR bersama dosen pembimbing melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak milik warga, meliputi 103 ekor sapi dan 325 ekor kambing yang tersebar di enam dusun di wilayah Desa Barat. Pemeriksaan tersebut mencakup identifikasi penyakit ringan maupun serius serta pemberian vitamin dan suplemen untuk menunjang kesehatan ternak.
Kepala Desa Barat, Bapak Efendi Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim dari UNAIR atas kontribusi nyata mereka dalam membantu para peternak desa. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman warga tentang cara membuat pakan ternak yang berkualitas, terlebih di musim kemarau seperti sekarang ini,” ujar beliau.
Adapun silase merupakan salah satu bentuk pakan fermentasi yang terbuat dari bahan hijauan seperti rumput gajah, jagung muda, atau daun singkong yang difermentasi dalam kondisi anaerob. Silase ini dianggap lebih tahan lama dan bernutrisi tinggi, sangat cocok sebagai cadangan pakan terutama saat rumput segar sulit diperoleh.
Salah satu mahasiswa peserta penyuluhan, Dhea dan Evan, menjelaskan bahwa silase dapat membantu meningkatkan produksi susu dan bobot badan ternak, serta menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Dalam penyuluhan tersebut, peserta juga diajak praktik langsung membuat silase mulai dari pemilihan bahan, proses pencacahan, penambahan molases, hingga penyimpanan dalam plastik vakum atau drum tertutup.
“Kami ingin membekali para peternak dengan teknik pembuatan silase yang sederhana namun efektif, agar mereka bisa mandiri dalam menyediakan pakan berkualitas bagi ternaknya,” jelas Rizky.
Sementara itu, salah satu peserta penyuluhan, Pak Sutahir, peternak dari Dusun Ngesong, mengaku senang bisa mendapatkan ilmu baru yang bisa langsung diterapkan. “Biasanya saya hanya beri rumput seadanya, tapi sekarang saya tahu bagaimana menyimpan pakan dalam jumlah banyak tanpa cepat busuk. Ini sangat membantu,” ujarnya antusias.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian modul praktis pembuatan silase kepada semua peserta. Pihak desa berharap agar kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan secara berkala untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan para peternak di Desa Barat mampu menerapkan teknologi tepat guna dalam beternak, sehingga kesejahteraan hewan maupun ekonomi keluarga peternak dapat meningkat secara signifikan.